About
Jumat, 08 April 2011
Selasa, 15 Maret 2011
Tips Gaya Pacaran yang Sehat biar Aman
Di jaman ini pacaran telah menjadi semacam life style/ gaya Hidup baru bagi remaja dan merupakan hal yang lumbrah. Remaja mengalami perubahan fisik dan psikis pada masa-masa yang dilaluinya, dimana remaja ingin mencoba karena terdorong rasa ingin tahu mereka yang tinggi, Remaja memiliki banyak waktu senggang diantara jam kuliah atau pulang sekolah ataupun antara kuliah,
remaja belum memiliki orietasi materi karena kehidupannya masih serba ditanggung oleh orangtunaya, jadi tidak ada hal penting yang terlalu membebani pikiran remaja.
CELAKANYA, Gaya pacaran remaja di zaman sekarang telah mengarah pada perilaku yang diluar batas, disinilah mulai muncul masa pacaran yang didalamnya terkait perilaku seks untuk mengisi waktu senggang mereka, dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan perilaku seks yang tidak semustinya mereka lakukan.
Perilaku seksual adalah perilaku yang muncul oleh karena dorongan seksual. Perilaku seksual bermacam-macam mulai dari bergandengan tangan, pelukan, kissing necking, petting, licking dan sampai berhubungan seksual. Dan perilaku seksual bisa diibaratkan seperti bola salju yang sekali dilepaskan dari atas bukit akan semakin membesar terus dan susah untuk dihentikan.
Pacaran sehat adalah suatu proses pacaran dimana keadaan fisik, mental dan sosialnya dalam keadaan baik. Sehat secara fisik berarti tak ada kekerasan dalam berpacaran. Biarpun cowok secara fisik lebih kuat, bukan berarti bisa seenaknya menindas kaum hawa. Pada intinya dilarang kontak dalam bentuk kekerasan fisik. Selain itu, menjaga kondisi tubuh diri dan pasangan agar tetap sehat juga merupakan hal yang harus dilakukan dan tentunya menguntungkan satu sama lain.
Pacaran sebenarnya merupakan waktu bagi sepasang individu untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Pacaran pastinya memiliki efek dan bias terhadap kehidupan masing-masing. baik secara positif ataupun negatif tergantung bagaimana cara menjalaninya.
Selama pacaran dilakukan dalam batas-batas yang benar, pacaran dapat mendatangkan banyak hal positif.
Dengan kata lain yang perlu dan harus kita jalani adalah ”pacaran sehat”.
Di dalam proses pacaran kita tidak hanya dituntut untuk mengenali emosi diri sendiri, tetapi juga emosi orang lain. Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik. Jadi tak bijaksana bila melakukan kekerasan nonfisik, marah-marah, apalagi mengumpat-umpat orang lain termasuk pacar kita. Tapi bukan dalam arti diam saat timbul masalah, selesaikanlah dengan bijak, bicarakan secara terbuka. Tanpa keterbukaan akan menimbulkan konflik dalam diri masing-masing yang bahkan bisa mengarah terhadap rutinitas harian dan prestasi belajar ataupun bekerja.
Pacaran itu tak mengikat
Artinya, hubungan sosial dengan yang lain harus tetap terjaga. Kalau pagi, siang dan malam selalu bareng bersama pacar, bisa bahaya lho!! Bisa-bisa nggak punya teman. Dan bukan tak mungkin, kita akan merasa asing di lingkungan sendiri. Enggak mau seperti itu kan??Tapi bukan dalam arti hubungan ”bebas” yang sebebas-bebasnya… Tentunya kita harus menghormati apa yang menjadi pegangan serta tujuan dalam berpacaran. Jika status telah mengarah pada ikatan lebih ”serius” (dalam arti penikahan) maka kita harus lebih bijak dalam menjaga kepercayaan untuk mencegah terlukainya perasaan pasangan masing-masing. Membangun kepercayaan merupakan hal yang penting dalam keharmonisan suatu hubungan.
Seks saat Pacaran??? Jangan dulu deh..
Secara biologis, masa remaja merupakan masa perkembangan dari kematangan seksual. Tanpa disadari, pacaran mempengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan secara fisik bisa memicu keinginan untuk melakukan kontak fisik yang merupakan insting dasar setiap organisme. Apabila diteruskan dapat menjadi tak terkontrol alias kebablasan. Jadi, dalam berpacaran kita harus saling menjaga untuk tak melakukan hal-hal yang berisiko terhadap perkembangan fisik dan mental remaja, salah satunya adalah perilaku seksual. Oleh karena itu, pengendalian diri dalam berpacaran tentunya sangat diperlukan.
Apa saja yang mempengaruhi perilaku seksual remaja??
1. Faktor internal
Bagaimana kita mengekspresikan perasaan, keinginan dan pendapat tentang berbagai macam masalah. Bagaimana menentukan pilihan ataupun mengambil keputusan bukan hal yang mudah. Dalam memutuskan sesuatu, kita harus punya dasar, pertimbangan dan prinsip yang matang
2. Faktor Eksternal
Perilaku seks diantara kita juga dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. Contohnya :
- Kemampuan orang terdekat utamanya orang tua dalam mendidik tentunya akan mempengaruhi pemahaman kita mengenai suatu hal, terutama masalah seksual.
- Agama mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk. Pemahaman terhadap apa yang diajarkan agama akan mempengaruhi perilaku kita
- Remaja cenderung banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya sehingga tingkah laku dan nilai-nilai yang kita pegang banyak dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan kita
- Teknologi informasi yang makin berkembang memudahkan kita mengakses informasi setiap saat. Tetapi, kemajuan teknologi informasi tak selalu membawa pengaruh yang positif. It’s depend on you guys!!!
Pengaruh buruk pacaran tak sehat apa aja sih??
- Cedera fisik (memar, luka-luka, dll)
- Kondisi tubuh lemah; mudah sakit
- Perasaan tertekan; curiga yang berlebihan; bingung
- Kehilangan teman; merasa asing dilingkungan sendiri
- Terkena penyakit menular seksual (PMS)
- Kehamilan tidak diinginkan (KTD); aborsi; pernikahan dini
- HIV/AIDS
- Stress yang parah; gila; keinginan bunuh diri
- Meninggal dunia
TIPS pacaran sehat
Jika tak ingin pacaran tak sehat terjadi pada dirimu maka beberapa hal yang perlu kalian resapi dan pertimbangkan diantaranya:
- Kasih sayang, setia
- Jangan melakukan tindakan kekerasan
- Luangkan waktu untuk bergaul dengan teman-teman
- Jangan sakiti perasaan pasangan; jangan cemburu yang berlebih
- Jangan menghabiskan waktu seharian berdua saja apalagi di tempat-tempat sepi
- Lakukan kegiatan-kegiatan positif bersama seperti belajar, berolahraga, dan sembahyang –bersama
- Hindari buku-buku, majalah, gambar-gambar, video yang isinya seputar seks. Karena sekali dan sekilas saja kita melihat gambar, video atau cerita seks tersebut bakal ‘terekam tak pernah mati’ di pikiran dan akan timbul keinginan untuk mengulangi ataupun mempraktekkannya
- Pengendalian diri untuk tidak berbuat diluar batas ketika sedang kontak fisik dengan pasangan
- Jangan pernah mengatasnamakan hubungan seks sebagai bukti cinta kalian (cinta tak sama dengan seks).
Untuk menjaga hubungan pacaran kalian menjadi tetap awet dan aman kita harus punya prinsip. Artinya, segala sesuatu yang akan kita lakukan ada dasar dan jelas tujuannya. Dalam pacaran, bukan tak mungkin kita menemukan perbedaan prinsip, beda batasan tentang apa yang boleh dan tak boleh dilakukan. Hal tersebut wajar saja, asalkan bisa tetap saling menghargai. Tiap orang punya hak untuk bicara terbuka termasuk mengungkapkan prinsip masing-masing. Sikap saling pengertian sangat diperlukan dalm proses ini. Mengungkapkan prinsip yang kita pegang akan berpengaruh pada penerimaan orang lain. Maksud dan keinginan kita akan sulit diterima dan dimengerti orang lain kalau kita tak bisa mengkomunikasikannya dengan baik.
remaja belum memiliki orietasi materi karena kehidupannya masih serba ditanggung oleh orangtunaya, jadi tidak ada hal penting yang terlalu membebani pikiran remaja.
CELAKANYA, Gaya pacaran remaja di zaman sekarang telah mengarah pada perilaku yang diluar batas, disinilah mulai muncul masa pacaran yang didalamnya terkait perilaku seks untuk mengisi waktu senggang mereka, dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan perilaku seks yang tidak semustinya mereka lakukan.
Perilaku seksual adalah perilaku yang muncul oleh karena dorongan seksual. Perilaku seksual bermacam-macam mulai dari bergandengan tangan, pelukan, kissing necking, petting, licking dan sampai berhubungan seksual. Dan perilaku seksual bisa diibaratkan seperti bola salju yang sekali dilepaskan dari atas bukit akan semakin membesar terus dan susah untuk dihentikan.
Pacaran sehat adalah suatu proses pacaran dimana keadaan fisik, mental dan sosialnya dalam keadaan baik. Sehat secara fisik berarti tak ada kekerasan dalam berpacaran. Biarpun cowok secara fisik lebih kuat, bukan berarti bisa seenaknya menindas kaum hawa. Pada intinya dilarang kontak dalam bentuk kekerasan fisik. Selain itu, menjaga kondisi tubuh diri dan pasangan agar tetap sehat juga merupakan hal yang harus dilakukan dan tentunya menguntungkan satu sama lain.
Pacaran sebenarnya merupakan waktu bagi sepasang individu untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Pacaran pastinya memiliki efek dan bias terhadap kehidupan masing-masing. baik secara positif ataupun negatif tergantung bagaimana cara menjalaninya.
Selama pacaran dilakukan dalam batas-batas yang benar, pacaran dapat mendatangkan banyak hal positif.
Dengan kata lain yang perlu dan harus kita jalani adalah ”pacaran sehat”.
Di dalam proses pacaran kita tidak hanya dituntut untuk mengenali emosi diri sendiri, tetapi juga emosi orang lain. Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik. Jadi tak bijaksana bila melakukan kekerasan nonfisik, marah-marah, apalagi mengumpat-umpat orang lain termasuk pacar kita. Tapi bukan dalam arti diam saat timbul masalah, selesaikanlah dengan bijak, bicarakan secara terbuka. Tanpa keterbukaan akan menimbulkan konflik dalam diri masing-masing yang bahkan bisa mengarah terhadap rutinitas harian dan prestasi belajar ataupun bekerja.
Pacaran itu tak mengikat
Artinya, hubungan sosial dengan yang lain harus tetap terjaga. Kalau pagi, siang dan malam selalu bareng bersama pacar, bisa bahaya lho!! Bisa-bisa nggak punya teman. Dan bukan tak mungkin, kita akan merasa asing di lingkungan sendiri. Enggak mau seperti itu kan??Tapi bukan dalam arti hubungan ”bebas” yang sebebas-bebasnya… Tentunya kita harus menghormati apa yang menjadi pegangan serta tujuan dalam berpacaran. Jika status telah mengarah pada ikatan lebih ”serius” (dalam arti penikahan) maka kita harus lebih bijak dalam menjaga kepercayaan untuk mencegah terlukainya perasaan pasangan masing-masing. Membangun kepercayaan merupakan hal yang penting dalam keharmonisan suatu hubungan.
Seks saat Pacaran??? Jangan dulu deh..
Secara biologis, masa remaja merupakan masa perkembangan dari kematangan seksual. Tanpa disadari, pacaran mempengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan secara fisik bisa memicu keinginan untuk melakukan kontak fisik yang merupakan insting dasar setiap organisme. Apabila diteruskan dapat menjadi tak terkontrol alias kebablasan. Jadi, dalam berpacaran kita harus saling menjaga untuk tak melakukan hal-hal yang berisiko terhadap perkembangan fisik dan mental remaja, salah satunya adalah perilaku seksual. Oleh karena itu, pengendalian diri dalam berpacaran tentunya sangat diperlukan.
Apa saja yang mempengaruhi perilaku seksual remaja??
1. Faktor internal
Bagaimana kita mengekspresikan perasaan, keinginan dan pendapat tentang berbagai macam masalah. Bagaimana menentukan pilihan ataupun mengambil keputusan bukan hal yang mudah. Dalam memutuskan sesuatu, kita harus punya dasar, pertimbangan dan prinsip yang matang
2. Faktor Eksternal
Perilaku seks diantara kita juga dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. Contohnya :
- Kemampuan orang terdekat utamanya orang tua dalam mendidik tentunya akan mempengaruhi pemahaman kita mengenai suatu hal, terutama masalah seksual.
- Agama mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk. Pemahaman terhadap apa yang diajarkan agama akan mempengaruhi perilaku kita
- Remaja cenderung banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya sehingga tingkah laku dan nilai-nilai yang kita pegang banyak dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan kita
- Teknologi informasi yang makin berkembang memudahkan kita mengakses informasi setiap saat. Tetapi, kemajuan teknologi informasi tak selalu membawa pengaruh yang positif. It’s depend on you guys!!!
Pengaruh buruk pacaran tak sehat apa aja sih??
- Cedera fisik (memar, luka-luka, dll)
- Kondisi tubuh lemah; mudah sakit
- Perasaan tertekan; curiga yang berlebihan; bingung
- Kehilangan teman; merasa asing dilingkungan sendiri
- Terkena penyakit menular seksual (PMS)
- Kehamilan tidak diinginkan (KTD); aborsi; pernikahan dini
- HIV/AIDS
- Stress yang parah; gila; keinginan bunuh diri
- Meninggal dunia
TIPS pacaran sehat
Jika tak ingin pacaran tak sehat terjadi pada dirimu maka beberapa hal yang perlu kalian resapi dan pertimbangkan diantaranya:
- Kasih sayang, setia
- Jangan melakukan tindakan kekerasan
- Luangkan waktu untuk bergaul dengan teman-teman
- Jangan sakiti perasaan pasangan; jangan cemburu yang berlebih
- Jangan menghabiskan waktu seharian berdua saja apalagi di tempat-tempat sepi
- Lakukan kegiatan-kegiatan positif bersama seperti belajar, berolahraga, dan sembahyang –bersama
- Hindari buku-buku, majalah, gambar-gambar, video yang isinya seputar seks. Karena sekali dan sekilas saja kita melihat gambar, video atau cerita seks tersebut bakal ‘terekam tak pernah mati’ di pikiran dan akan timbul keinginan untuk mengulangi ataupun mempraktekkannya
- Pengendalian diri untuk tidak berbuat diluar batas ketika sedang kontak fisik dengan pasangan
- Jangan pernah mengatasnamakan hubungan seks sebagai bukti cinta kalian (cinta tak sama dengan seks).
Untuk menjaga hubungan pacaran kalian menjadi tetap awet dan aman kita harus punya prinsip. Artinya, segala sesuatu yang akan kita lakukan ada dasar dan jelas tujuannya. Dalam pacaran, bukan tak mungkin kita menemukan perbedaan prinsip, beda batasan tentang apa yang boleh dan tak boleh dilakukan. Hal tersebut wajar saja, asalkan bisa tetap saling menghargai. Tiap orang punya hak untuk bicara terbuka termasuk mengungkapkan prinsip masing-masing. Sikap saling pengertian sangat diperlukan dalm proses ini. Mengungkapkan prinsip yang kita pegang akan berpengaruh pada penerimaan orang lain. Maksud dan keinginan kita akan sulit diterima dan dimengerti orang lain kalau kita tak bisa mengkomunikasikannya dengan baik.
Senin, 14 Maret 2011
HOMOSEKSUALITAS
JELI TERHADAP TANDA-TANDA AWAL
Apakah homoseksualitas itu?
Adalah bila seseorang memilih sesama jenis sebagai pasangan
seksualnya.
Apa penyebab
homoseksualitas?
Sampai sekarang belum ada
kesepakatan yang mutlak mengenai
penyebab homoseksual. Ada yang
mengatakan karena bawanan anak sejak
lahir, ada yang mengatakan karena
diturunkan oleh orang tuanya, dan ada
juga yang mengatakan homoseksual
berhubungan dengan ketidakseimbangan
hormon. Penelitian juga
belum dapat menemukan dengan pasti
pada usia berapa kecenderungan
homoseksualitas mulai berkembangan
dalam diri seseorang.
Bagaiamana orang tua menangkap tanda-tanda
homoseksualitas?
Memperhatikan tanda-tanda dari penampilan anak. Kalau anak laki-laki
gemar berpakaian atau menggunakan aksesori yang feminin, berarti
ada kecenderungan ia kewanita-wanitaan. Barangkali ia lebih banyak
berperilaku selayaknya sebagai perempuan dari pada sebagai laki-laki.
Kecurigaan orang tua juga bisa berdasarkan tanda lain, seperti sikap tubuh, gerakan tangan yang terlalu lembut untuk anak laki-laki. Tetapi
tanda ini tidak begitu jelas. Namun jika anak laki-laki senang
berpakaian perempuan, maka itu merupakan tanda yang cukup jelas
bahwa anak mereka sedang dalam proses awal homoseksualitas.
Bagaimana homoseksualitas pada perempuan?
Tanda-tanda homoseksualitas pada perempuan, atau disebut
lesbianisme, lebih sulit dideteksi lebih awal. Anak perempuan lebih
leluasa melakukan apa yang biasanya dilakukan oleh anak laki-laki.
Anak perempuan dapat mengenakan celana pendek dan bermain
permainan anak laki-laki tanpa mengundang perhatian dan celaan
orang lain. Meskipun demikian tanda-tandanya masih dapat dilihat
melalui perbedaan fisik dan pergaulannya. Umumnya mereka bergaul
hanya dengan teman-teman perempuan dan kurang suka
bersosialisasi dengan anak laki-laki.
Pada tahap mana orang tua perlu waspada remaja
mereka terjerumus dalam praktek homo atau lesbian?
Remaja yang terus menerus bergaul dengan teman sejenisnya dan
kurang tertarik melakukan pergaulan dengan teman lawan jenisnya.
Teman dekat yang “cocok” memang wajar saja, tetapi orang tua harus
tetap waspada kalau mereka menjurus pada kecenderungan
homoseksual.
Pada titik ini, bila tidak segera dilakukan tindakan, mereka akan
terjebak menjadi homoseksual dan benar-benar tidak dapat tertarik lagi
pada lawan jenis. Jadi sebelum ini terjadi, orangtua dapat menolong
dengan memperluas pergaulan anak remaja mereka yang terbatas.
Orang tua perlu juga membesarkan hati anak remaja mereka dan
mengatakan bahwa mereka hanya sedang melewati satu tahap perkembangan.
Bagaimana sikap orang tua setelah mengetahui anak remajanya homoseksual?
Ada godaan yang sangat kuat di kalangan orangtua untuk menolak
anaknya yang abnormal. Namun demikian, memarahi dan mengusir
anak remaja yang abnormal bukanlah cara yang efektif.
Orangtua harus berusaha memahami:
♦ kebutuhan anak, apa yang diperoleh (atau yang terpuaskan)
ketika mereka menjalin hubungan dengan teman sejenis;
♦ berapa umur remaja ketika itu (ingat makin dini penanganan
semakin besar kemungkinan anak tersebut kembali normal);
♦ mengapa ia mulai tertarik pada hubungan semacam itu;
♦ kapan mulai tertarik;
♦ seberapa jauh hubungan itu?
Kapan orang tua harus mendekati anak remajanya
yang homoseksual?
Sejak dini lebih baik. Ketika baru mengetahui, orang tua biasanya
bereaksi negatif. Namun untuk menghindari perkembangan yang lebih
buruk, lebih baik orang tua secepatnya mengatasi perasaan negatifnya
(marah, sedih, bersalah dan lain sebagainya). Orang tua perlu
dibimbing untuk berpikir dan menyadari bahwa jauh lebih baik
mendekati kembali anak daripada menolaknya.
Sekali lagi, sangat penting bagi orangtua untuk menyatu dengan anak,
sesuatu yang sangat mendasar dalam hubungan orangtua-anak.
Yang penting, sejak awal orang tua mengikuti masalah anak. Semakin
awal mengetahui masalah anak, semakin mudah bagi anak untuk
berubah. Homoseksualitas selama remaja bisa jadi hanya fase yang
harus dilalui. Remaja bisa berhenti dan bisa juga tidak berhenti untuk
menjadi homoseksual seumur hidup.
Bantuan orang tua yang terus menerus, terkadang bisa membuat anak
yang cenderung homoseksual tumbuh menjadi orang dewasa yang
heteroseksual.
Apakah salah orang tua kalau anak remaja mereka
menjadi homoseksual?
Tak ada ayah atau ibu yang membesarkan anaknya menjadi
homoseksual. Tetapi terkadang karena masalah seksual atau masalah
emosi orang tua sendiri yang tak terselesaikan, tanpa disadari telah
mendorong anaknya menjadi homoseksualitas. Jadi penyuluh perlu
mengingatkan orang tua bahwa masalah seksual orang tua yang tidak segera diselesaikan dapat mempengaruhi perkembangan seksual
anak remaja mereka.
Sebagai contoh ibu di dalam rumahtangga yang selalu tertekan oleh
karena perlakukan ayah (sangat kasar) dapat saja mendorong remaja
perempuan membenci laki-laki dan lebih tertarik dengan perempuan
lainnya.
Bagaimana sebaiknya sikap orang tua agar anak tidak
menjadi homoseksual?
Anak laki-laki pasti akan jadi tumbuh menjadi laki-laki heteroseksual
bila ayah mereka mencintai anak laki-lakinya. Seorang ayah yang suka
mengajarkan dan mengajak anak laki-lakinya melakukan kegiatan dan
tugas-tugas yang biasa dilakukan laki-laki; dan yang selalu mendukung
gagasan dan kegiatan anak laki-lakinya adalah jaminan anaknya tidak
akan menjadi homoseksual.
Ayah yang menunjukkan kehangatan dan kepeduliannya terhadap
kesejahteraan anak laki-lakinya, serta ikut menikmati kegiatan
bersama anaknya, akan mengembangkan perasaan puas atas
perannya sebagai laki-laki. Kelak, anak laki-laki akan merasa nyaman
dengan lawan jenisnya.
Demikian pula sebaliknya hal yang sama seperti di atas perlu
dikembangkan oleh seorang ibu terhadap anak (remaja)
perempuannya.
Bagaimana jika orang tua terus menerus merasa
terganggu dengan keadaan anaknya yang
homoseksual?
Jika tidak yakin bagaimana menghadapi homoseksualitas anaknya
dengan cara mereka sendiri, maka orang tua harus segera mencari
bantuan profesional. Saat orang tua mengetahui anaknya
homoseksual, perasaan orang tua terhadap anaknya menjadi kacau,
sehingga orang tua tidak lagi dapat bersikap rasional terhadap anak
remajanya.
Keterlibatan seorang ahli dapat membantu orang tua menata kembali
perasaan mereka terhadap homoseksualitas dan anak-anak mereka.
Demi anak-anak mereka, perlu bagi orangtua yang kesulitan menerima
anak mereka yang homoseksual untuk benar-benar merasa nyaman
dengan homoseksualitas.
GENG:
MELINDUNGI ANAK REMAJA DARI PENGARUH
NEGATIF
Bagaimana anak remaja memandang teman-teman
sebaya dan sejenis?
Bagi remaja teman-teman seumur dan sejenis menjadi sangat penting.
Hal ini berlaku pada anak laki-laki maupun anak perempuan. Mereka
berpakaian sama, melakukan hal yang dilakukan juga oleh temanteman.
Bagi anak perempuan, teman adalah sumber informasi seks,
selain sumber informasi hal-hal lain. Sementara ‘geng’ anak laki-laki
merupakan sumber istilah-istilah seks.
Orangtua tidak boleh cemburu terhadap kedekatan hubungan anak
mereka dengan teman-temannya. Bagaiamanapun juga, anak-anak
masih mencari ayah dan ibunya jika perlu informasi yang dapat
dipercaya, khususnya jika keluarga telah terbiasa ngobrol-ngobrol soal
seks, seperti membicarakan hal-hal yang lain.
Mengapa remaja terkesan tidak lagi membutuhkan
orang tuanya juga mereka punya geng?
Karena mereka menganggap geng adalah segalanya yang dibutuhkan.
Teman sebaya memberikan pengaruh yang kuat pada diri anak.
Namun demikian persetujuan orang tua tetap sangat perlu, karena
akan mengembangkan rasa percaya diri remaja.
Bagaimana sebaiknya sikap orang tua?
Karena orang tua cukup sukar terus mengikuti perkembangan geng,
maka sebaiknya orang tua tetap memperhatikan anak dan bukan
mengalihkan perhatian. Kewaspadaan tetap dijaga meskipun tidak selalu bersama teman-teman anaknya.
Beberapa hal berikut ini perlu dilakukan oleh orang tua:
♦ mengetahui siapa teman-teman anak mereka;
♦ mengetahui pendapat teman-teman anak mengenai apa yang
benar-salah, harus/perlu tidak harus/perlu;
♦ mencari tahu apa saja yang disukai dan apa cita-cita mereka;
♦ ke mana anak dan gengnya pergi, kegiatannya dan kapan anak
sampai rumah.
Perlu diingatkan kepada orang tua bahwa bagaimanapun aturanaturan
harus tetap ditegakkan diterapkan dengan tegas di rumah.
Namun demikian, dalam menangani hal di atas, kembali harus
dilakukan dengan memandang anak sebagai sahabat bukan secara
oritoter. Ajaklah anak untuk berdiskusi dan secara bersama-sama
menetapkan aturan-aturan
tertentu.
<b>Bagaimana caranya
agar orang tua tetap
dapat mengikuti
kegiatan anak remaja
dan gengnya?
Selain memberi
keleluasaan, orang tua juga
perlu menyeimbangkan
dengan disiplin. Orangtua
harus mendorong anak-anak mereka untuk mengajak teman-teman mereka main ke rumah sesering mungkin; teman-teman anak mereka
harus merasa benar-benar diterima.
Dengan cara itu, orang tua mengetahui pasti dimana anaknya berada
dan apa yang dilakukan. Untuk sedikit melonggarkan ikatan dengan
“geng mereka, orangtua harus juga melibatkan anak-anak mereka
merencanakan kegiatan keluarga.
Bagaimana bila anak menolak mengikuti kegiatan
(aturan) keluarga?
Orang tua perlu menyadari mengapa anak begitu. Terkadang anakanak
begitu tergantung pada gengnya. Lakukan diskusi terbuka
dengan anak. Hanya dengan menyadarkan anak tentang berbagai nilai
yang harus diikutinya bukan karena ia takut atau terpaksa maka akan
tumbuh kesadaran dalam diri anak (remaja) mana yang baik dan tidak
dan kemudian akan timbul keseimbangan dalam diri mereka tentang
kebutuhan akan geng dan keluarga.
Apa bahayanya geng pada anak remaja?
Ada anak merasa sangat terganggu bila mereka kurang dukungan dan
perhatian dari orang lain (dari teman-teman). Untuk itu, terkadang
anak-anak melakukan tindakan yang menyimpang, termasuk cobacoba
hubungan seks hanya sekedar agar dapat diterima dan disanjung
“geng”nya. Sesungguhnya mereka tidak mencari pengalaman seksual
tetapi dukungan dari “geng” melalui hubungan dengan lawan jenis.
Bila terjadi hal yang tidak diinginkan, dapatkah orang
tua menyalahkan teman-teman anaknya?
Tidak bisa. Salah satu kesalahan besar yang dilakukan oleh orangtua
adalah menyalahkan teman-teman anaknya. Hal ini hanya akan
mendorong anak lebih dekat pada teman-temannya. Dari pada terus bertanya-tanya dalam hati apakah anak masuk dalam kelompok yang
buruk, lebih baik orang tua berusaha memahami mengapa anak
memilih kelompok itu. Sekali lagi mendiskusikan secara terbuka
dengan anak merupakan jalan terbaik untuk mencari solusi.
Apakah homoseksualitas itu?
Adalah bila seseorang memilih sesama jenis sebagai pasangan
seksualnya.
Apa penyebab
homoseksualitas?
Sampai sekarang belum ada
kesepakatan yang mutlak mengenai
penyebab homoseksual. Ada yang
mengatakan karena bawanan anak sejak
lahir, ada yang mengatakan karena
diturunkan oleh orang tuanya, dan ada
juga yang mengatakan homoseksual
berhubungan dengan ketidakseimbangan
hormon. Penelitian juga
belum dapat menemukan dengan pasti
pada usia berapa kecenderungan
homoseksualitas mulai berkembangan
dalam diri seseorang.
Bagaiamana orang tua menangkap tanda-tanda
homoseksualitas?
Memperhatikan tanda-tanda dari penampilan anak. Kalau anak laki-laki
gemar berpakaian atau menggunakan aksesori yang feminin, berarti
ada kecenderungan ia kewanita-wanitaan. Barangkali ia lebih banyak
berperilaku selayaknya sebagai perempuan dari pada sebagai laki-laki.
Kecurigaan orang tua juga bisa berdasarkan tanda lain, seperti sikap tubuh, gerakan tangan yang terlalu lembut untuk anak laki-laki. Tetapi
tanda ini tidak begitu jelas. Namun jika anak laki-laki senang
berpakaian perempuan, maka itu merupakan tanda yang cukup jelas
bahwa anak mereka sedang dalam proses awal homoseksualitas.
Bagaimana homoseksualitas pada perempuan?
Tanda-tanda homoseksualitas pada perempuan, atau disebut
lesbianisme, lebih sulit dideteksi lebih awal. Anak perempuan lebih
leluasa melakukan apa yang biasanya dilakukan oleh anak laki-laki.
Anak perempuan dapat mengenakan celana pendek dan bermain
permainan anak laki-laki tanpa mengundang perhatian dan celaan
orang lain. Meskipun demikian tanda-tandanya masih dapat dilihat
melalui perbedaan fisik dan pergaulannya. Umumnya mereka bergaul
hanya dengan teman-teman perempuan dan kurang suka
bersosialisasi dengan anak laki-laki.
Pada tahap mana orang tua perlu waspada remaja
mereka terjerumus dalam praktek homo atau lesbian?
Remaja yang terus menerus bergaul dengan teman sejenisnya dan
kurang tertarik melakukan pergaulan dengan teman lawan jenisnya.
Teman dekat yang “cocok” memang wajar saja, tetapi orang tua harus
tetap waspada kalau mereka menjurus pada kecenderungan
homoseksual.
Pada titik ini, bila tidak segera dilakukan tindakan, mereka akan
terjebak menjadi homoseksual dan benar-benar tidak dapat tertarik lagi
pada lawan jenis. Jadi sebelum ini terjadi, orangtua dapat menolong
dengan memperluas pergaulan anak remaja mereka yang terbatas.
Orang tua perlu juga membesarkan hati anak remaja mereka dan
mengatakan bahwa mereka hanya sedang melewati satu tahap perkembangan.
Bagaimana sikap orang tua setelah mengetahui anak remajanya homoseksual?
Ada godaan yang sangat kuat di kalangan orangtua untuk menolak
anaknya yang abnormal. Namun demikian, memarahi dan mengusir
anak remaja yang abnormal bukanlah cara yang efektif.
Orangtua harus berusaha memahami:
♦ kebutuhan anak, apa yang diperoleh (atau yang terpuaskan)
ketika mereka menjalin hubungan dengan teman sejenis;
♦ berapa umur remaja ketika itu (ingat makin dini penanganan
semakin besar kemungkinan anak tersebut kembali normal);
♦ mengapa ia mulai tertarik pada hubungan semacam itu;
♦ kapan mulai tertarik;
♦ seberapa jauh hubungan itu?
Kapan orang tua harus mendekati anak remajanya
yang homoseksual?
Sejak dini lebih baik. Ketika baru mengetahui, orang tua biasanya
bereaksi negatif. Namun untuk menghindari perkembangan yang lebih
buruk, lebih baik orang tua secepatnya mengatasi perasaan negatifnya
(marah, sedih, bersalah dan lain sebagainya). Orang tua perlu
dibimbing untuk berpikir dan menyadari bahwa jauh lebih baik
mendekati kembali anak daripada menolaknya.
Sekali lagi, sangat penting bagi orangtua untuk menyatu dengan anak,
sesuatu yang sangat mendasar dalam hubungan orangtua-anak.
Yang penting, sejak awal orang tua mengikuti masalah anak. Semakin
awal mengetahui masalah anak, semakin mudah bagi anak untuk
berubah. Homoseksualitas selama remaja bisa jadi hanya fase yang
harus dilalui. Remaja bisa berhenti dan bisa juga tidak berhenti untuk
menjadi homoseksual seumur hidup.
Bantuan orang tua yang terus menerus, terkadang bisa membuat anak
yang cenderung homoseksual tumbuh menjadi orang dewasa yang
heteroseksual.
Apakah salah orang tua kalau anak remaja mereka
menjadi homoseksual?
Tak ada ayah atau ibu yang membesarkan anaknya menjadi
homoseksual. Tetapi terkadang karena masalah seksual atau masalah
emosi orang tua sendiri yang tak terselesaikan, tanpa disadari telah
mendorong anaknya menjadi homoseksualitas. Jadi penyuluh perlu
mengingatkan orang tua bahwa masalah seksual orang tua yang tidak segera diselesaikan dapat mempengaruhi perkembangan seksual
anak remaja mereka.
Sebagai contoh ibu di dalam rumahtangga yang selalu tertekan oleh
karena perlakukan ayah (sangat kasar) dapat saja mendorong remaja
perempuan membenci laki-laki dan lebih tertarik dengan perempuan
lainnya.
Bagaimana sebaiknya sikap orang tua agar anak tidak
menjadi homoseksual?
Anak laki-laki pasti akan jadi tumbuh menjadi laki-laki heteroseksual
bila ayah mereka mencintai anak laki-lakinya. Seorang ayah yang suka
mengajarkan dan mengajak anak laki-lakinya melakukan kegiatan dan
tugas-tugas yang biasa dilakukan laki-laki; dan yang selalu mendukung
gagasan dan kegiatan anak laki-lakinya adalah jaminan anaknya tidak
akan menjadi homoseksual.
Ayah yang menunjukkan kehangatan dan kepeduliannya terhadap
kesejahteraan anak laki-lakinya, serta ikut menikmati kegiatan
bersama anaknya, akan mengembangkan perasaan puas atas
perannya sebagai laki-laki. Kelak, anak laki-laki akan merasa nyaman
dengan lawan jenisnya.
Demikian pula sebaliknya hal yang sama seperti di atas perlu
dikembangkan oleh seorang ibu terhadap anak (remaja)
perempuannya.
Bagaimana jika orang tua terus menerus merasa
terganggu dengan keadaan anaknya yang
homoseksual?
Jika tidak yakin bagaimana menghadapi homoseksualitas anaknya
dengan cara mereka sendiri, maka orang tua harus segera mencari
bantuan profesional. Saat orang tua mengetahui anaknya
homoseksual, perasaan orang tua terhadap anaknya menjadi kacau,
sehingga orang tua tidak lagi dapat bersikap rasional terhadap anak
remajanya.
Keterlibatan seorang ahli dapat membantu orang tua menata kembali
perasaan mereka terhadap homoseksualitas dan anak-anak mereka.
Demi anak-anak mereka, perlu bagi orangtua yang kesulitan menerima
anak mereka yang homoseksual untuk benar-benar merasa nyaman
dengan homoseksualitas.
GENG:
MELINDUNGI ANAK REMAJA DARI PENGARUH
NEGATIF
Bagaimana anak remaja memandang teman-teman
sebaya dan sejenis?
Bagi remaja teman-teman seumur dan sejenis menjadi sangat penting.
Hal ini berlaku pada anak laki-laki maupun anak perempuan. Mereka
berpakaian sama, melakukan hal yang dilakukan juga oleh temanteman.
Bagi anak perempuan, teman adalah sumber informasi seks,
selain sumber informasi hal-hal lain. Sementara ‘geng’ anak laki-laki
merupakan sumber istilah-istilah seks.
Orangtua tidak boleh cemburu terhadap kedekatan hubungan anak
mereka dengan teman-temannya. Bagaiamanapun juga, anak-anak
masih mencari ayah dan ibunya jika perlu informasi yang dapat
dipercaya, khususnya jika keluarga telah terbiasa ngobrol-ngobrol soal
seks, seperti membicarakan hal-hal yang lain.
Mengapa remaja terkesan tidak lagi membutuhkan
orang tuanya juga mereka punya geng?
Karena mereka menganggap geng adalah segalanya yang dibutuhkan.
Teman sebaya memberikan pengaruh yang kuat pada diri anak.
Namun demikian persetujuan orang tua tetap sangat perlu, karena
akan mengembangkan rasa percaya diri remaja.
Bagaimana sebaiknya sikap orang tua?
Karena orang tua cukup sukar terus mengikuti perkembangan geng,
maka sebaiknya orang tua tetap memperhatikan anak dan bukan
mengalihkan perhatian. Kewaspadaan tetap dijaga meskipun tidak selalu bersama teman-teman anaknya.
Beberapa hal berikut ini perlu dilakukan oleh orang tua:
♦ mengetahui siapa teman-teman anak mereka;
♦ mengetahui pendapat teman-teman anak mengenai apa yang
benar-salah, harus/perlu tidak harus/perlu;
♦ mencari tahu apa saja yang disukai dan apa cita-cita mereka;
♦ ke mana anak dan gengnya pergi, kegiatannya dan kapan anak
sampai rumah.
Perlu diingatkan kepada orang tua bahwa bagaimanapun aturanaturan
harus tetap ditegakkan diterapkan dengan tegas di rumah.
Namun demikian, dalam menangani hal di atas, kembali harus
dilakukan dengan memandang anak sebagai sahabat bukan secara
oritoter. Ajaklah anak untuk berdiskusi dan secara bersama-sama
menetapkan aturan-aturan
tertentu.
<b>Bagaimana caranya
agar orang tua tetap
dapat mengikuti
kegiatan anak remaja
dan gengnya?
Selain memberi
keleluasaan, orang tua juga
perlu menyeimbangkan
dengan disiplin. Orangtua
harus mendorong anak-anak mereka untuk mengajak teman-teman mereka main ke rumah sesering mungkin; teman-teman anak mereka
harus merasa benar-benar diterima.
Dengan cara itu, orang tua mengetahui pasti dimana anaknya berada
dan apa yang dilakukan. Untuk sedikit melonggarkan ikatan dengan
“geng mereka, orangtua harus juga melibatkan anak-anak mereka
merencanakan kegiatan keluarga.
Bagaimana bila anak menolak mengikuti kegiatan
(aturan) keluarga?
Orang tua perlu menyadari mengapa anak begitu. Terkadang anakanak
begitu tergantung pada gengnya. Lakukan diskusi terbuka
dengan anak. Hanya dengan menyadarkan anak tentang berbagai nilai
yang harus diikutinya bukan karena ia takut atau terpaksa maka akan
tumbuh kesadaran dalam diri anak (remaja) mana yang baik dan tidak
dan kemudian akan timbul keseimbangan dalam diri mereka tentang
kebutuhan akan geng dan keluarga.
Apa bahayanya geng pada anak remaja?
Ada anak merasa sangat terganggu bila mereka kurang dukungan dan
perhatian dari orang lain (dari teman-teman). Untuk itu, terkadang
anak-anak melakukan tindakan yang menyimpang, termasuk cobacoba
hubungan seks hanya sekedar agar dapat diterima dan disanjung
“geng”nya. Sesungguhnya mereka tidak mencari pengalaman seksual
tetapi dukungan dari “geng” melalui hubungan dengan lawan jenis.
Bila terjadi hal yang tidak diinginkan, dapatkah orang
tua menyalahkan teman-teman anaknya?
Tidak bisa. Salah satu kesalahan besar yang dilakukan oleh orangtua
adalah menyalahkan teman-teman anaknya. Hal ini hanya akan
mendorong anak lebih dekat pada teman-temannya. Dari pada terus bertanya-tanya dalam hati apakah anak masuk dalam kelompok yang
buruk, lebih baik orang tua berusaha memahami mengapa anak
memilih kelompok itu. Sekali lagi mendiskusikan secara terbuka
dengan anak merupakan jalan terbaik untuk mencari solusi.
MENSTRUASI DAN MIMPI BASAH
MENGINFORMASIKAN DAN MENDISKUSIKAN
Apa yang perlu diketahui orang tua dan anak remaja
mengenai menstruasi?
Menstruasi atau haid adalah proses alami, bukan penyakit ataupun
bencana.
Memang, awal menstruasi merupakan kejadian penting dalam
kehidupan seseorang, dalam banyak kebudayaan dilakukan upacara
tradisional. Namun
sekarang dengan
kurikulum sekolah,
atau dari sekedar
“ngobrol” dengan
teman-teman anak
remaja, khususnya
anak perempuan,
sudah punya sekelumit
informasi mengenai
menstruasi.
Pertanyaannya,
adalah, apakah
informasi itu benar dan
tidak dilebih-lebihkan?
Jadi orang tua perlu
dibekali informasi yang
benar mengenai
menstruasi.
Apa itu menstruasi?
Menstruasi merupakan pelepasan darah dan cairan encer dari uterus
melalui vagina. Menstruasi dimulai saat pubertas, berhenti sesaat
waktu hamil atau menyusui, dan berakhir saat menopause, ketika
seorang perempuan berumur sekitar 40 sampai 50an.
Kapan menstruasi terjadi?
Ada anak perempuan yang menstruasi lebih dulu, pada umur 9 tahun,
ada pula yang belakangan, atau paling lambat umur 16 tahun. Bisa
terjadi seperti ini karena proses pertumbuhan satu dengan orang lain
berbeda. Menstruasi biasanya terjadi setelah buah dada mulai
membesar, rambut tumbuh di seputar alat vital dan di ketiak, dan
vagina mengeluarkan cairan keputih-putihan.
Berapa lama masa menstruasi berlangsung?
Rata-rata masa menstruasi berlangsung empat sampai lima hari.
Namun ada juga yang mengalami haid hanya tiga hari, ada juga yang
sampai satu minggu.
Apakah menstruasi terjadi berulang-ulang?
Ya, Menstruasi adalah siklus dari serangkaian perubahan yang terjadi
berulang-ulang pada organ reproduksi perempuan. Perubahanperubahan
ini terjadi hanya ketika perempuan tidak hamil atau tidak
sedang menyusui. Perubahan ini terjadi karena sel telur menjadi
matang, dan karena tidak dibuahi, dilepaskan oleh indung telur
(disebut juga ovulasi). Perubahan juga mencakup penebalan dinding
rahim (uterus), kemudian menipis dan rontok, keluar melalui saluran
rahim. Pelepasan telur oleh indung telur ini terjadi secara periodik.
Bagian dari siklus haid adalah masa subur, yaitu waktu telur
dilepaskan. Masa subur terjadi kira-kira 14 hari sebelum haid. Pada waktu inilah seorang perempuan akan mudah hamil bila melakukan
hubungan seksual
Setelah berapa lama menstruasi akan berulang
kembali?
Pada kebanyakan perempuan, siklus haid berkisar antara 28 sampai
29 hari. Namun demikian, siklus yang berlangsung dari 20 sampai 35
hari masih dianggap normal. Siklus menjadi teratur setelah tahun
pertama dan seterusnya.
Apakah siklus menstruasi selalu teratur?
Biasanya paling lambat setelah satu tahun sejak menstruasi pertama,
siklus menstruasi sudah mulai teratur. Namun bisa juga tidak, karena
dipengaruhi oleh kondisi emosional atau oleh perubahan kebiasaan.
Bila masa haid tetap tidak teratur sampai dua tahun sejak mulai
pertama haid, maka harus segera menghubungi dokter.
Apa keluhan yang biasa ditemui ketika menstruasi?
Rasa nyeri selama masa haid. Nyeri selama haid disebabkan karena
saluran uterus yang tidak dalam kondisi seperti biasanya. Rasa nyeri
dapat dikurangi melalui pengobatan. Namun demikian, untuk
penyembuhan nyeri haid yang parah, paling baik berkonsultasi ke
dokter.
Apa yang perlu diingatkan orang tua pada anak yang
sedang menstruasi?
Orang tua perlu terus mengingatkan kebersihan dan kesehatan selama
masa haid. Sarankan anak untuk mandi teratur dan mengganti pakaian
dalam setiap empat jam untuk mencegah infeksi.
Apakah benar selama masa menstruasi dilarang makan
makanan yang asam, seperti nanas misalnya?
Tidak, orangtua dapat juga membantu membetulkan kesalahpahaman
ini. Tidak ada larangan makan makanan asam karena menstruasi.
Apa yang harus diketahui oleh orangtua dan remaja
tentang mimpi basah?
Tubuh laki-laki pada awal pubertas akan memproduksi air-mani
(sperma) secara terus menerus. Secara alamiah air-maninya akan
keluar saat tidur, sering pada saat mimpi tentang seks, disebut “mimpi
basah”.
Ini adalah pengalaman yang normal bagi semua remaja laki-laki. Mimpi
basah adalah tanda seorang anak laki-laki telah memiliki kemampuan
bereproduksi.
Penting bagi orang
tua untuk
menginformasikan
kepada anaknya
bahwa mimpi basah
adalah proses
alamiah yang
sangat wajar.
Masalah ini seperti
halnya juga dengan
menstruasi pada
anak perempuan
harus dihadapi
dengan kewajaran.
MASTURBASI (ONANI):
SIKAP ORANG TUA MENANGANINYA
Apa itu masturbasi?
Masturbasi adalah perilaku merangsang diri sendiri untuk memperoleh
kenikmatan seksual. Masturbasi biasa dilakukan, khususnya oleh
remaja baik laki-laki maupun perempuan. Namun demikian menurut
penelitian, laki-laki lebih banyak melakukan masturbasi dari pada
perempuan.
Apakah mastrubasi ini normal?
Masturbasi masih tergolong normal. Orang punya kebutuhan untuk
mencari pelepasan seksual. Laki-laki sering melakukan masturbasi
untuk mengeluarkan air-mani yang mereka produksi. Namun demikian,
sedapat mungkin orang tua menghindarkan anak remaja untuk
bermasturbasi. Ini termasuk belajar mengendalikan diri yang penting
dalam mengembangkan rasa tanggung jawab serta melatih disiplin diri.
Kapan seorang anak dapat mulai melakukan
masturbasi?
Sesungguhnya, masturbasi dapat dimulai pada umur empat sampai
enam tahun, ketika seorang anak ingin tahu tentang organ-organ
seksnya.
Bagaimana sebaiknya orang tua bersikap, pertama, Jangan panik!
Namun adalah wajar jika orangtua kawatir kalau anaknya yang
berumur empat atau enam tahun itu terbiasa melakukan masturbasi,
misalnya untuk bisa tidur.
Banyak kasus seperti di atas yang sebenarnya terjadi karena anak sedang mencari belaian orang tua yang biasanya diperoleh waktu bayi.
Karena orang tuanya tidak merangsang, ia merangsang dirinya sendiri.
Bagaimana dengan mastrubasi pada masa remaja?
Dalam masa remaja, mastrubasi harus dilihat dalam pemahaman
sebagai suatu fase normal yang terkait dengan dorongan alami anak
laki-laki. Orangtua seharusnya tidak begitu mempersoalkan hal itu
seperti melihat sebuah kejahatan. Apalagi sampai mengatakan pada
anaknya hal-hal yang menakutkan seperti akan sakit kepala atau tidak
akan punya anak.
Kapan orang tua harus mulai mewaspadai mastrubasi
pada remaja?
Masturbasi pada remaja harus dipandang sebagai masalah psikologis
bila sudah menjadi kebiasaan yang tidak dapat dihentikan, atau
semata-mata untuk mencapai perasaan yang lebih baik. Bila terjadi
sehari-hari, masturbasi bisa juga merupakan suatu bentuk kelainan.
Mengapa remaja dapat melakukan masturbasi secara
berlebihan (menjadi rutinitas)?
Beberapa penyebab remaja akan melakukan masturbasi secara rutin
antara lain:
♦ sejak kecil sudah terbiasa bermasturbasi sehingga menjadi
bagian dari rutinitas sehari-hari;
♦ remaja tidak mampu menjalin hubungan dengan orang lain,
terutama terhadap lawan jenisnya, sehingga ia suka
mengkhayalkan seseorang sambil bermasturbasi;
♦ Terkadang mastrubasi juga disebabkan oleh masalah
psikologis yang lebih berat seperti deperesi, tidak mau berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya;
♦ frustrasi dan cemas karena tidak dapat memenuhi tuntutan
orang lain.
Apa akibatnya bila anak
bermastrubasi?
Anak-anak biasanya merasa
kebingungan, lebih seringnya merasa
bersalah karena bermasturbasi.
Sayangnya, kebanyakan tidak
mengatakan kecemasan mereka kepada
orangtua, karena takut terhadap reaksi
orang tua. Jadi mereka bicara dengan
teman-teman mereka.
Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk menolong
anak remaja mereka?
Orangtua harus menjelaskan apa yang dimaksud dengan masturbasi.
Kesempatan ini juga dapat digunakan untuk pendidikan seks, misalnya
menyinggung penyalahgunaan seks, serta tanggungjawab atau akibat
dari seks sebelum menikah.
Namun yang lebih penting adalah:
♦ menciptakan suasana rumah yang menyenangkan;
♦ santai;
♦ penuh kasih sayang;
♦ didukung dengan kegiatan-kegiatan rutin yang menarik.
Ada baiknya orang tua menganjurkan anaknya untuk sibuk melakukan
kegiatan positif. Bila energi anak tercurah ke hal positif, maka
diharapkan akan menghindari situasi-situasi yang mungkin mendorong
masturbasi.
Bagaimana sebaiknya reaksi orang tua bila anak
bermasturbasi?
Orangtua tidak perlu merasa malu dan harus menghukum anak karena
melakukan masturbasi, apalagi mengecam dengan kata-kata yang
menakutkan. Terkadang menghukuman untuk menghentikan anaknya
menyentuh alat kelaminnya, bukan tindakan yang bijaksana. Selain
dorongan untuk bermasturbasi sebenarnya masih ada, anak juga
semakin tidak percaya mencurahkan perasaannya kepada orang tua.
Hubungan orang tua dan anak bisa memburuk.
Apa akibat masturbasi pada anak dan apa yang perlu
disadari orang tua?
Untuk anak-anak belasan tahun dan yang lebih muda, akibat paling
serius adalah munculnya rasa malu dan rasa bersalah.
Masturbasi tidak pernah terbukti secara ilmiah dapat menyebabkan
sakit fisik atau mental yang serius, atau menyebabkan kemandulan
dan juga tidak menyebabkan tangan berbulu, retardasi mental, rambut
rontok, atau hal-hal lain yang hanya untuk menakut-nakuti saja.
Jadi orang tua perlu menyadari bahwa dampak dari masturbasi lebih
pada perasaan anak.
Apa yang perlu diketahui orang tua dan anak remaja
mengenai menstruasi?
Menstruasi atau haid adalah proses alami, bukan penyakit ataupun
bencana.
Memang, awal menstruasi merupakan kejadian penting dalam
kehidupan seseorang, dalam banyak kebudayaan dilakukan upacara
tradisional. Namun
sekarang dengan
kurikulum sekolah,
atau dari sekedar
“ngobrol” dengan
teman-teman anak
remaja, khususnya
anak perempuan,
sudah punya sekelumit
informasi mengenai
menstruasi.
Pertanyaannya,
adalah, apakah
informasi itu benar dan
tidak dilebih-lebihkan?
Jadi orang tua perlu
dibekali informasi yang
benar mengenai
menstruasi.
Apa itu menstruasi?
Menstruasi merupakan pelepasan darah dan cairan encer dari uterus
melalui vagina. Menstruasi dimulai saat pubertas, berhenti sesaat
waktu hamil atau menyusui, dan berakhir saat menopause, ketika
seorang perempuan berumur sekitar 40 sampai 50an.
Kapan menstruasi terjadi?
Ada anak perempuan yang menstruasi lebih dulu, pada umur 9 tahun,
ada pula yang belakangan, atau paling lambat umur 16 tahun. Bisa
terjadi seperti ini karena proses pertumbuhan satu dengan orang lain
berbeda. Menstruasi biasanya terjadi setelah buah dada mulai
membesar, rambut tumbuh di seputar alat vital dan di ketiak, dan
vagina mengeluarkan cairan keputih-putihan.
Berapa lama masa menstruasi berlangsung?
Rata-rata masa menstruasi berlangsung empat sampai lima hari.
Namun ada juga yang mengalami haid hanya tiga hari, ada juga yang
sampai satu minggu.
Apakah menstruasi terjadi berulang-ulang?
Ya, Menstruasi adalah siklus dari serangkaian perubahan yang terjadi
berulang-ulang pada organ reproduksi perempuan. Perubahanperubahan
ini terjadi hanya ketika perempuan tidak hamil atau tidak
sedang menyusui. Perubahan ini terjadi karena sel telur menjadi
matang, dan karena tidak dibuahi, dilepaskan oleh indung telur
(disebut juga ovulasi). Perubahan juga mencakup penebalan dinding
rahim (uterus), kemudian menipis dan rontok, keluar melalui saluran
rahim. Pelepasan telur oleh indung telur ini terjadi secara periodik.
Bagian dari siklus haid adalah masa subur, yaitu waktu telur
dilepaskan. Masa subur terjadi kira-kira 14 hari sebelum haid. Pada waktu inilah seorang perempuan akan mudah hamil bila melakukan
hubungan seksual
Setelah berapa lama menstruasi akan berulang
kembali?
Pada kebanyakan perempuan, siklus haid berkisar antara 28 sampai
29 hari. Namun demikian, siklus yang berlangsung dari 20 sampai 35
hari masih dianggap normal. Siklus menjadi teratur setelah tahun
pertama dan seterusnya.
Apakah siklus menstruasi selalu teratur?
Biasanya paling lambat setelah satu tahun sejak menstruasi pertama,
siklus menstruasi sudah mulai teratur. Namun bisa juga tidak, karena
dipengaruhi oleh kondisi emosional atau oleh perubahan kebiasaan.
Bila masa haid tetap tidak teratur sampai dua tahun sejak mulai
pertama haid, maka harus segera menghubungi dokter.
Apa keluhan yang biasa ditemui ketika menstruasi?
Rasa nyeri selama masa haid. Nyeri selama haid disebabkan karena
saluran uterus yang tidak dalam kondisi seperti biasanya. Rasa nyeri
dapat dikurangi melalui pengobatan. Namun demikian, untuk
penyembuhan nyeri haid yang parah, paling baik berkonsultasi ke
dokter.
Apa yang perlu diingatkan orang tua pada anak yang
sedang menstruasi?
Orang tua perlu terus mengingatkan kebersihan dan kesehatan selama
masa haid. Sarankan anak untuk mandi teratur dan mengganti pakaian
dalam setiap empat jam untuk mencegah infeksi.
Apakah benar selama masa menstruasi dilarang makan
makanan yang asam, seperti nanas misalnya?
Tidak, orangtua dapat juga membantu membetulkan kesalahpahaman
ini. Tidak ada larangan makan makanan asam karena menstruasi.
Apa yang harus diketahui oleh orangtua dan remaja
tentang mimpi basah?
Tubuh laki-laki pada awal pubertas akan memproduksi air-mani
(sperma) secara terus menerus. Secara alamiah air-maninya akan
keluar saat tidur, sering pada saat mimpi tentang seks, disebut “mimpi
basah”.
Ini adalah pengalaman yang normal bagi semua remaja laki-laki. Mimpi
basah adalah tanda seorang anak laki-laki telah memiliki kemampuan
bereproduksi.
Penting bagi orang
tua untuk
menginformasikan
kepada anaknya
bahwa mimpi basah
adalah proses
alamiah yang
sangat wajar.
Masalah ini seperti
halnya juga dengan
menstruasi pada
anak perempuan
harus dihadapi
dengan kewajaran.
MASTURBASI (ONANI):
SIKAP ORANG TUA MENANGANINYA
Apa itu masturbasi?
Masturbasi adalah perilaku merangsang diri sendiri untuk memperoleh
kenikmatan seksual. Masturbasi biasa dilakukan, khususnya oleh
remaja baik laki-laki maupun perempuan. Namun demikian menurut
penelitian, laki-laki lebih banyak melakukan masturbasi dari pada
perempuan.
Apakah mastrubasi ini normal?
Masturbasi masih tergolong normal. Orang punya kebutuhan untuk
mencari pelepasan seksual. Laki-laki sering melakukan masturbasi
untuk mengeluarkan air-mani yang mereka produksi. Namun demikian,
sedapat mungkin orang tua menghindarkan anak remaja untuk
bermasturbasi. Ini termasuk belajar mengendalikan diri yang penting
dalam mengembangkan rasa tanggung jawab serta melatih disiplin diri.
Kapan seorang anak dapat mulai melakukan
masturbasi?
Sesungguhnya, masturbasi dapat dimulai pada umur empat sampai
enam tahun, ketika seorang anak ingin tahu tentang organ-organ
seksnya.
Bagaimana sebaiknya orang tua bersikap, pertama, Jangan panik!
Namun adalah wajar jika orangtua kawatir kalau anaknya yang
berumur empat atau enam tahun itu terbiasa melakukan masturbasi,
misalnya untuk bisa tidur.
Banyak kasus seperti di atas yang sebenarnya terjadi karena anak sedang mencari belaian orang tua yang biasanya diperoleh waktu bayi.
Karena orang tuanya tidak merangsang, ia merangsang dirinya sendiri.
Bagaimana dengan mastrubasi pada masa remaja?
Dalam masa remaja, mastrubasi harus dilihat dalam pemahaman
sebagai suatu fase normal yang terkait dengan dorongan alami anak
laki-laki. Orangtua seharusnya tidak begitu mempersoalkan hal itu
seperti melihat sebuah kejahatan. Apalagi sampai mengatakan pada
anaknya hal-hal yang menakutkan seperti akan sakit kepala atau tidak
akan punya anak.
Kapan orang tua harus mulai mewaspadai mastrubasi
pada remaja?
Masturbasi pada remaja harus dipandang sebagai masalah psikologis
bila sudah menjadi kebiasaan yang tidak dapat dihentikan, atau
semata-mata untuk mencapai perasaan yang lebih baik. Bila terjadi
sehari-hari, masturbasi bisa juga merupakan suatu bentuk kelainan.
Mengapa remaja dapat melakukan masturbasi secara
berlebihan (menjadi rutinitas)?
Beberapa penyebab remaja akan melakukan masturbasi secara rutin
antara lain:
♦ sejak kecil sudah terbiasa bermasturbasi sehingga menjadi
bagian dari rutinitas sehari-hari;
♦ remaja tidak mampu menjalin hubungan dengan orang lain,
terutama terhadap lawan jenisnya, sehingga ia suka
mengkhayalkan seseorang sambil bermasturbasi;
♦ Terkadang mastrubasi juga disebabkan oleh masalah
psikologis yang lebih berat seperti deperesi, tidak mau berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya;
♦ frustrasi dan cemas karena tidak dapat memenuhi tuntutan
orang lain.
Apa akibatnya bila anak
bermastrubasi?
Anak-anak biasanya merasa
kebingungan, lebih seringnya merasa
bersalah karena bermasturbasi.
Sayangnya, kebanyakan tidak
mengatakan kecemasan mereka kepada
orangtua, karena takut terhadap reaksi
orang tua. Jadi mereka bicara dengan
teman-teman mereka.
Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk menolong
anak remaja mereka?
Orangtua harus menjelaskan apa yang dimaksud dengan masturbasi.
Kesempatan ini juga dapat digunakan untuk pendidikan seks, misalnya
menyinggung penyalahgunaan seks, serta tanggungjawab atau akibat
dari seks sebelum menikah.
Namun yang lebih penting adalah:
♦ menciptakan suasana rumah yang menyenangkan;
♦ santai;
♦ penuh kasih sayang;
♦ didukung dengan kegiatan-kegiatan rutin yang menarik.
Ada baiknya orang tua menganjurkan anaknya untuk sibuk melakukan
kegiatan positif. Bila energi anak tercurah ke hal positif, maka
diharapkan akan menghindari situasi-situasi yang mungkin mendorong
masturbasi.
Bagaimana sebaiknya reaksi orang tua bila anak
bermasturbasi?
Orangtua tidak perlu merasa malu dan harus menghukum anak karena
melakukan masturbasi, apalagi mengecam dengan kata-kata yang
menakutkan. Terkadang menghukuman untuk menghentikan anaknya
menyentuh alat kelaminnya, bukan tindakan yang bijaksana. Selain
dorongan untuk bermasturbasi sebenarnya masih ada, anak juga
semakin tidak percaya mencurahkan perasaannya kepada orang tua.
Hubungan orang tua dan anak bisa memburuk.
Apa akibat masturbasi pada anak dan apa yang perlu
disadari orang tua?
Untuk anak-anak belasan tahun dan yang lebih muda, akibat paling
serius adalah munculnya rasa malu dan rasa bersalah.
Masturbasi tidak pernah terbukti secara ilmiah dapat menyebabkan
sakit fisik atau mental yang serius, atau menyebabkan kemandulan
dan juga tidak menyebabkan tangan berbulu, retardasi mental, rambut
rontok, atau hal-hal lain yang hanya untuk menakut-nakuti saja.
Jadi orang tua perlu menyadari bahwa dampak dari masturbasi lebih
pada perasaan anak.
MELINDUNGI REMAJA DARI PENGARUH NEGATIF
Apa peran orang tua dalam melindungi anak dari
pengaruh negatif media massa?
Penyuluh perlu mengingatkan orang tua bahwa media massa punya
pengaruh besar terhadap remaja. Terkadang pengaruhnya buruk,
namun orangtua tidak dapat melarang remaja, misalnya untuk
menonton televisi, mendengarkan radio, kaset, atau pergi ke bioskop
karena mereka ingin sekali tahu bermacam hiburan dan informasi dari
sumber-sumber itu. Orang tua juga sukar mengontrol apa yang
diperoleh dari media massa karena remaja cenderung
membicarakannya dengan teman-teman sebaya, bukan dengan orang
tua.
Sekali lagi penyuluh mengingatkan bahwa orang tua dapat mengikuti
acara atau topik yang disukai anak remajanya dengan
mengembangkan sikap sebagai sahabat remaja. Katakan, jangan
segan sesekali orang tua ngobrol dalam suasana hangat,
memperbincangkan acara televisi, musik, atau film yang disukai anak.
Orang tua juga dapat memberi pendapat dan barangkali nonton
bersama. Dengan demikian tertanam kebiasaan berkomunikasi yang
sehat. Jadi orang tua tidak perlu melarang, tetapi ikut memilih
acaranya bersama.
Apa yang perlu dipersiapkan orang tua agar dapat
terus membina kebiasaan ini?
Yang perlu dipersiapkan orang tua adalah kesadaran akan pendapatpendapat
pribadi orang tua itu sendiri. Orang tua harus jujur pada anak
remajanya. Kebanyakan orang tua tidak punya cukup waktu untuk
nonton bersama, namun tidak berarti orang tua tidak dapat berperan.
Walaupun tidak menonton bersama, orang tua harus rajin menanyakan
acara-acara kesukaan anak dan saling memberi komentar. Namun
ingat, jangan terlalu memaksa agar anak dapat mengemukakan
pendapatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
